Buku Atomic Habits karya James Clear mengajarkan bagaimana membangun kebiasaan baik dan menghentikan kebiasaan buruk. Salah satu kutipan yang sangat menggugah dari buku ini berbunyi:
“Semua hal besar berawal dari hal-hal kecil. Benih setiap kebiasaan adalah sebuah keputusan kecil. Namun, seiring keputusan itu diulang, kebiasaan itu akan tumbuh dan semakin kuat. Akarnya akan menancap dalam, dan cabangnya akan menjulang. Menghentikan kebiasaan buruk itu seperti mencabut pohon ek yang kokoh dalam diri kita. Sedangkan membangun kebiasaan baik itu seperti merawat bunga yang rapuh, satu hari demi satu hari.”
Yesus berkata:
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, ia lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”
Biji sesawi sangat kecil, hampir tak terlihat penting. Namun jika dirawat, ia tumbuh menjadi pohon yang besar, berakar kuat, memiliki cabang yang kokoh, tempat burung-burung bersarang. Bahkan bijinya dapat digunakan sebagai rempah yang memberi rasa.
Yesus mengajarkan bahwa kita perlu memiliki tujuan, dan mencapainya melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Langkah kecil yang terus kita pelihara, belajar, berlatih, dan memperbaiki diri akan bertumbuh menjadi kebiasaan yang kuat, dan pada akhirnya membentuk karakter hidup kita.
Lalu Yesus melanjutkan:
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
Jika biji sesawi menggambarkan pertumbuhan pribadi, maka ragi menggambarkan pengaruh. Ketika kebaikan dan nilai-nilai Kerajaan Allah tumbuh dalam diri kita, seharusnya kita juga menjadi "ragi" memberikan pengaruh positif, menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Kita diajak untuk menanamkan biji sesawi juga dalam hati sesama, agar hidup mereka pun mengalami pertumbuhan dan pembaruan.
Perumpamaan Yesus dan prinsip dari Atomic Habits seolah berjalan seiring: perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan