Mungkin kamu salah satu yang sangat dekat dengan ayahmu, apakah kamu pernah mengalami ketidakpercayaan atau kekawatiran terhadap ayahmu?. Contohnya ketika ada anjing mendekati mu, dengan spontan kamu naik kegendongan ayahmu sambil berteriak keras ayaahhhhhh..., padahal ayahmu dengan tenang menghardik anjing itu hussss lalu anjing itu pergi. Atau hal lain yang menunjukkan kamu itu pernah ketakutan bersama ayahmu dan tidak percaya terhadap dia.
Siapa diantara kita seperti murid Tuhan Yesus diatas ketika ada tantangan hidup, kita ragu dan berteriak bahkan kita mengambil jalan yang berlawanan dengan ajaran Tuhan Yesus? padahal kita percaya dan mengikuti DIA, dan kita juga begitu dekat dengan DIA melalui doa, rajin ke gereja dan ikut serta dalam perkumpulan kerohanian sama seperti murid murid Tuhan Yesus yang sangat dekat dengan DIA.
Iman kita selalu diuji dimasa masa kita menghadapi kesulitan, seperti murid Yesus yang sudah menyaksikan langsung mukjizat yang dibuat Yesus akan tetapi mereka cemas ketika badai menghampiri mereka.
Cerita diatas mengajarkan kita dalam menjalani hidup ketika badai kehidupan menghampiri kita, tetap kita ingat kita bersama siapa, jangan fokus pada badai kehidupannya tetapi kita harus sadar bersama siapa kita. Iman itu bukan berarti tidak ada masalah, akan tetapi kita ingat bahwa kita tidak sendirian dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Percaya bukanlah sekedar keluar dari mulut saja tetapi percaya dari lubuk hati paling dalam bahwa DIA lah satu satunya jalan keselamatan dan mengikuti DIA bersedia belajar terus mengenal DIA melalui kehidupan dan pengajaranNYA selama di dunia ini. Memang kita tidak mampu melakukannya sendiri tanpa pertolonganNYA oleh karena itu kita membutuhkan Roh Kudus membimbing kita dalam hidup.
Semoga kita selalu dibimbing Roh Kudus dalam menerima pengajaran yang diberikan Tuhan Yesus dan mampu menjalankannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan