Diwaktu masa remaja sering saya mendengar kata "Thomas" yang diartikan orang yang tidak percaya. Pada saat itu ada cerita tentang begu ganjang(dipercaya hantu) ada disatu tempat di daerah saya tinggal. Ada beberapa dari kami tidak percaya, dan seketika yang menceritakan tentang begu ganjang mengatakan kami si Thomas do hamu artinya kalian adalah Thomas.
Santo Thomas rasul adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang tidak ikut bersama murid lainnya ketika Yesus menampakkan diri-Nya pertama sekali setelah kebangkitan-Nya. Ketika murid yang melihat penampakan Yesus itu menceritakan bahwa mereka melihat Yesus yang bangkit, Thomas tidak percaya dan berkata "sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan mecucukkan jariku kedalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali kali aku tidak percaya".Delapan hari setelah itu murid murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama mereka. Sementara pintu pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri ditengah tengah mereka dan berkata: "Damai sehahtera bagi kamu" kemudian Ia berkata kepada Thomas: "Tarulah jarimu disini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkatu tidak percaya lagi, melainkan percayalah". Lalu Thomas menjawab Dia' "Ya Tuhanku dan Allahku". Dan kata Yesus kepadanya:"karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Bergahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya".
Setelah saya membaca kisah diatas(reff Yohannes 20:24-29) Santo Thomas yang dikenal dengan "Thomas yang ragu ragu". Sangat patut di contoh untuk kehidupan jaman sekarang. Keraguan atau kritisnya bukan kelemahan iman, tapi dia memastikan dan menjadikan imannya kuat. Dan sangat menarik untuk di contoh dari Santo Thomas Rasul untuk kehidupan jaman sekarang.
Santo Thomas Rasul memastikan kebenarannya, dimasa teknologi sekarang sunggguh banyak informasi yang tidak pasti bahkan terang terangan memanipulasi ketikbenaran seolah olah benar. Tidak sedikit pula orang berbicara atasnama Tuhan hanya untuk kepentingan pribadinya. Disini kita perlu meneladani Santo Thomas, dalam menerima informasi jangan diterima langsung kita perlu verifikasi dan validasi terlebih dahulu. Jika sudah benar benar kita verifikasi dan validasi jangan pernah ragu lagi mengatakan bahwa itu benar jika benar ataupun salah jika salah.
Santo Thomas Rasul didalam kelemahannya dia tetap mendekatkan diri kepada Yesus dan berada dalam komunitasnya, setiap orang pasti memiliki kelemahan yang bisa saja menjauhkan kita dari ajaran Tuhan Yesus bahkan tidak mau masuk komunitas gereja bahkan sungkan masuk ke gereja. Dijaman teknologi sekarang banyak menjadi alasan tidak ikut komunitas gereja bahkan ikut ibadah di gereja. Mungkin karena kita ragu dengan orang orang di komunitas tersebut, atau kita menganggap apa yang kita lihat, kita dengar di dalam gereja tidak sesuai dengan keinginan. Keraguan Santo Thomas terhadap teman teman nya tidak berarti meninggalkan komunitas tersebut, dia hanya memastikan kebenaran informasi tersebut. Dan setelah informasi yang di peroleh dia benar, dia menunjukkan iman yang kuat dan pribadi. Bukan hanya disitu, dia adalah menjadi misioner pergi memberitakan injil sampai ke india dan wafat sebagai martir. Dari Santo Thomas kita belajar bahwa iman yang kuat adalah dengan mencari kebenaran yang jujur. Dan Tuhan tidak menolak yang sungguh sungguh mencarinya dan mengenalnya, DIA akan memperlihatkan kepada yang ingin mengenal-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan