Mata dan Telinga: Gerbang Menuju Pikiran dan Hati
Sebuah contoh sederhana: ketika anak-anak sering mendengar afirmasi positif seperti “Kamu pintar, kamu bisa”, terutama di pagi hari dan menjelang tidur, maka rasa percaya diri mereka akan terbentuk secara alami. Kata-kata yang terdengar sederhana itu sesungguhnya menanamkan nilai-nilai besar ke dalam hati mereka.
![]() |
| Lunggu dirumah Op. Nisi Arka Br Simbolon 260725 |
Mata dan Telinga: Pintu Masuk Kehidupan Batin
Mata dan telinga adalah dua pancaindra utama yang dipakai manusia untuk menerima informasi dari luar. Apa yang kita lihat dan dengar masuk ke dalam pikiran, diolah, dan pada akhirnya memengaruhi pola pikir, keyakinan, perasaan, keputusan dan tindakan. Jika kita terus-menerus mendengar kata-kata penuh kasih, kita akan merasa aman dan diterima. Tapi jika yang kita lihat dan dengar penuh kekerasan, cemoohan, atau pesimisme, hal itu pun akan ikut membentuk siapa kita.
Kebenaran Rohani dalam Penglihatan dan Pendengaran
Yesus pernah menjelaskan kepada para murid-Nya mengapa Ia mengajar dengan perumpamaan. Dalam penjelasann-Nya, Ia menyentuh makna penting dari mata dan telinga yang terbuka secara rohani:
“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”(Matius 13:16–17)
Yesus menyampaikan bahwa para murid sangat diberkati, karena mereka bisa melihat dan mendengar langsung kebenaran yang selama ini dinantikan oleh para nabi dan orang benar di masa lalu. Yesus Firman yang hidup berada begitu dekat dengan mereka. Ia didengar, dilihat, dan dialami.
Pentingnya Menjaga Apa yang Kita Lihat dan Dengar
Alkitab berulang kali menekankan pentingnya menjaga dan memilih apa yang masuk ke dalam hidup kita melalui mata dan telinga.
Dalam Matius 11:15 Yesus berkata:“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.”
Dan dalam Amsal 4:20–23:“Perhatikanlah perkataanku, arahkan telingamu kepada ucapanku... karena itulah yang akan menyegarkan hidup.”
Artinya, Tuhan ingin kita waspada dan bijak memilih apa yang kita konsumsi—baik secara visual maupun audio. Karena itu akan membentuk iman, karakter, dan kedalaman rohani kita.
Mata dan telinga bukan sekadar alat fisik, tetapi juga gerbang menuju hati dan pikiran. Apa yang kita izinkan masuk akan membentuk siapa kita. Maka mari kita menjadi pribadi yang sadar, selektif, dan bersyukur—karena kita telah menerima kebenaran yang dahulu sangat dirindukan banyak orang. Jangan sia-siakan terang yang sudah kita lihat dan dengar. Dan hal terpenting kita ingat bahwa kita harus membiasakan dekat dengan Yesus agar bisa melihat dan mendengarkan Nya melalui firman Nya dan doa kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan