Yesus Mengusir Roh Jahat di Daerah Gadara
Ketika Yesus tiba di daerah Gadara, datanglah dua orang yang kerasukan roh jahat menemui-Nya. Mereka berseru, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”
Di sekitar tempat itu terdapat banyak babi yang sedang mencari makan. Roh-roh jahat itu memohon kepada Yesus, “Jika Engkau mengusir kami, biarlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Maka Yesus berkata, “Pergilah!”
![]() |
| Ulang tahun lunggu St Joseph di rumah A. Krisna Sihotang 01 Mei 2025 |
Sekejap saja roh-roh itu keluar dari manusia dan masuk ke dalam babi-babi. Seluruh kawanan babi itu lalu berlari ke tebing dan terjun ke dalam danau, lalu mati di dalam air. Melihat peristiwa itu, para penjaga babi segera pergi ke kota dan menceritakan apa yang mereka lihat. Maka orang-orang di kota datang kepada Yesus, tetapi alih-alih menerima-Nya, mereka justru meminta Yesus meninggalkan daerah mereka (Matius 8:28–34).
Baca juga: Suami bersama Santo Joseph
Makna bagi Kita
Kisah ini mengingatkan kita bahwa roh jahat benar-benar ada. Mereka mengenal Yesus, tunduk pada kuasa-Nya, dan selalu mencari tempat untuk berdiam—tempat terbaik bagi mereka adalah hati manusia. Tetapi kedatangan Yesus selalu membawa pembebasan: Ia melepaskan manusia dari kuasa roh jahat, sebab bagi-Nya nilai manusia jauh lebih berharga daripada harta benda, bahkan sekalipun itu ribuan ekor babi.
Namun sering kali, seperti orang-orang Gadara, manusia lebih mementingkan hartanya daripada keselamatan jiwanya. Mereka kecewa karena kehilangan babi-babi mereka dan akhirnya menolak Yesus. Inilah gambaran betapa kehendak Yesus kerap berbenturan dengan keinginan manusia.
Melalui firman-Nya yang disampaikan para rasul, kita diajak untuk semakin mengenal Yesus. Dengan demikian, kita tidak mudah terikat pada kuasa duniawi, apalagi dikuasai roh jahat. Sebab roh jahat pun tunduk kepada kuasa Kristus.
Mari kita membuka hati, mengizinkan Yesus hadir dan membebaskan kita dari segala ikatan gelap. Saat Ia datang, kita bukan menolaknya, melainkan menyambut-Nya dengan penuh kerendahan hati.
Semoga kita terus belajar mengenal Yesus, agar hidup kita senantiasa dijauhkan dari pengaruh roh jahat, dan berjalan dalam terang-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan