Tahun 1090 di desa kecil Prancins tempat Santo Bernadus lahir, anak yang menjadi cahaya bagi Gereja di masa nya. Sejak kecil ia memiliki hati yang lembut, mencintai doa dan haus akan kebijaksanaan Tuhan.
Saat remaja, Bernardus memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan anak bangsawan pada masanya. Ia tidak mengejar kehormatan duniawi, melainkan kerendahan hati dalam biara. Dengan semangat yang membara, ia masuk ke biara Cîteaux bersama banyak sahabatnya. Hidup doa, kerja, dan keheningan menjadi sekolah jiwanya.
Dari biara ini, Bernardus diutus untuk mendirikan komunitas baru: Clairvaux. Di sanalah ia menjadi bapa rohani bagi banyak orang. Kata-katanya begitu manis, bagaikan madu, menyembuhkan hati yang terluka, menyalakan semangat yang padam, dan menuntun banyak jiwa kembali kepada Tuhan.
Bernardus sering berkata:
“Hidup rohani yang sejati adalah mencintai Allah tanpa syarat, dan menemukan damai hanya dalam Dia.”
Ia juga menaruh cinta yang mendalam kepada Bunda Maria. Dari mulutnya lahirlah gelar indah yang kita kenal sampai hari ini: Maria, Bintang Laut (Stella Maris), penuntun umat di tengah gelombang kehidupan menuju Kristus.
Di akhir hidupnya, Bernardus telah menjadi penasihat Paus, penggerak banyak pembaruan, sekaligus sahabat bagi mereka yang mencari penghiburan. Ia wafat pada 20 Agustus 1153, meninggalkan jejak iman yang tak pernah padam.
Santo Bernardus mengajarkan bahwa hidup yang sejati bukan terletak pada harta atau kekuasaan, melainkan pada cinta yang murni kepada Allah. Seperti Bintang Laut yang menunjuk arah, kita pun dipanggil menjadi tanda harapan dan terang bagi sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar dengan sopan